CERDAS CERMAT : Pembentuk Manusia EnsiklopediAhad, 9 September 2007. Saya sempat mengikuti cerdas cermat yang dikemas cantik oleh ANTV kerja sama dengan sebuah perusahaan susu ternama di Indonesia. Terlihat seru sekali. Penonton di studio dan dirumah pun selah sok pintar karena tahu jawabnnya--saat MC memberikan sebuah pertanyaan tertentu dan tim yang ditanya tak mampu menjawab. Beberapa tim dari perwakilan beberapa semi finalis se-Indonesia.
Helmy Yahya, sang raja kuis dengan tampilan yang modis dan performance pembawaan acara yang khas, terlihat sibuk memberikan pertanyaan kepada para tim peserta.
Jika dilihat sekilas, acara-acara dan kompetisi seperti ini tampak sangat bermanfaat. (Dan memang bermanfaat)
Tatkala kita bertanya tentang alasan digelarnya acara kompetisi "Bintang Pintar" tersebut, Sang Konseptor (Helmy Yahya) akan menjawab,"
Ini sebagai ajang adu wawasan anak bangsa!" dan
"Ini sebagai sarana silaturahim antar pelajar se-Indonesia". Ada juga
"sebagai ajang mencari bakat dari pelajar-pelajar potensial". Dari semua alasan-alasan yang dikemukakan (sampai saat ini). Saya masih belum menemukan alasan konkret yang dapat membuat adik-adik pelajar sadar akan posisi strategisnya. Sadar akan kondisi bangsanya yang semakin terpuruk. Sadar akan permasalahan-permasalahan yang menimpa Ibu pertiwi yang telah melahirkan manusia-manusia seperti mereka. Sehingga nantinya nantinya diharapkan setelah ada kesadaran tanggung jawab karena informasi yang memadai, para pelajar-pelajar tersebut secara kritis dan analitis saling memberikan kontribusi terbaiknya agar Indonesia semakin hari semakin lebih baik, dan menjadi "super multipower state".
Banyak sekali analisa yang muncul, namun ada beberapa hal yang dapat saya sebutkan disini. Adapun kelemahan program Cerdas Cermat "Bintang Pintar" tersebut adalah :
1. Pelajar tak diajari menjadi pribadi yang kritis dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengembangkan nalar. Pelajar tak ubahnya seperti dididik menjadi ensiklopedia berjalan. Pertanyaan tersebut hanya akan menguji wawasan daya ingatnya saja. Apa bedanya dengan ensiklopedia setebal 1000 halaman di toko buku?
Masih ingatkah Anda dengan perkataan Henry Ford, ketika diajak seorang teman melihat kejuaran Olimpiade sejenis cerdas cermat di Amerika kala itu. Saat orang lain terkagum-kagum dan ingin anak-anaknya seperti para peserta Olimpiade tersebut, Henry Ford hanya berkomentar sinis saat ditanya oleh sahabatnya,
"Berapa Anda akan menggaji Tim Juara Olimpiade tersebut apabila bekerja di tempat Anda?" Dia menjawab enteng,
"Aku akan menggaji bocah itu tak lebih dari 20 dollar!"
sahabatnya tersebut langsung kaget dan bingung
"Aku tidak membutuhkan ensiklopedi berjalan seperti itu, kalau perlu aku hanya perlu membeli ensiklopedi terbaru berharga kurang dari 20 dollar di toko buku setempat. Yang kubutuhkan saat ini adalah kumpulan konseptor-konseptor handal yang memiliki ide-ide kreatif revolusioner dan aneh, pemikir-pemikir kreatif solutif yang mampu memecahkan problema di perusahaan dan negara ini." "Bocah ensiklopedi seperti tersebut tak akan pernah mampu menjawab tantangan zamannya."2. Acara ini sarat dengan kepentingan politis komoditi atau perdagangan. Iklan menjadi hal utama dibalik semua ini. Pelajar hanya dijadikan 'alat sekunder' agar promosi berjalan dari produk susu tersebut.
Misi utamanya adalah iklan dan propaganda produk. Dan "Bintang Pintar" tersebut adalah mainan yang berfungsi sebagai penunjang.
Sebenarnya yang salah bukan Cerdas Cermatnya. Yang kurang berbobot dan mengena adalah model acaranya. Yang didominasi oleh pertanyaan-pertanyaan hafalan yang kurang mutu dan tidak berdampak langsung bagi kemajuan bangsa.
Saya lebih mengusulkan kompetisi-kompetisi debat terbuka dengan tema-tema sosial masyarakat sekarang, yang berkaitan dengan kondisi bangsa kita yang anjlok. Menurut Anda, bagaimana?
ttd
Bapu Adi
(di Rumca Az-Zahra Baziskaf Telkom Divre V SBY)