Goresan Sang Pemimpi(n) Peradaban

Blog EntryCERDAS CERMAT : Pembentuk Manusia EnsiklopediSep 12, '07 3:49 AM
for everyone
CERDAS CERMAT : Pembentuk Manusia Ensiklopedi

Ahad, 9 September 2007. Saya sempat mengikuti cerdas cermat yang dikemas cantik oleh ANTV kerja sama dengan sebuah perusahaan susu ternama di Indonesia. Terlihat seru sekali. Penonton di studio dan dirumah pun selah sok pintar karena tahu jawabnnya--saat MC memberikan sebuah pertanyaan tertentu dan tim yang ditanya tak mampu menjawab. Beberapa tim dari perwakilan beberapa semi finalis se-Indonesia.

Helmy Yahya, sang raja kuis dengan tampilan yang modis dan performance pembawaan acara yang khas, terlihat sibuk memberikan pertanyaan kepada para tim peserta.
Jika dilihat sekilas, acara-acara dan kompetisi seperti ini tampak sangat bermanfaat. (Dan memang bermanfaat)
Tatkala kita bertanya tentang alasan digelarnya acara kompetisi "Bintang Pintar" tersebut, Sang Konseptor (Helmy Yahya) akan menjawab,"Ini sebagai ajang adu wawasan anak bangsa!" dan "Ini sebagai sarana silaturahim antar pelajar se-Indonesia". Ada juga "sebagai ajang mencari bakat dari pelajar-pelajar potensial".

Dari semua alasan-alasan yang dikemukakan (sampai saat ini). Saya masih belum menemukan alasan konkret yang dapat membuat adik-adik pelajar sadar akan posisi strategisnya. Sadar akan kondisi bangsanya yang semakin terpuruk. Sadar akan permasalahan-permasalahan yang menimpa Ibu pertiwi yang telah melahirkan manusia-manusia seperti mereka. Sehingga nantinya nantinya diharapkan setelah ada kesadaran tanggung jawab karena informasi yang memadai, para pelajar-pelajar tersebut secara kritis dan analitis saling memberikan kontribusi terbaiknya agar Indonesia semakin hari semakin lebih baik, dan menjadi "super multipower state".

Banyak sekali analisa yang muncul, namun ada beberapa hal yang dapat saya sebutkan disini. Adapun kelemahan program Cerdas Cermat "Bintang Pintar" tersebut adalah :

1. Pelajar tak diajari menjadi pribadi yang kritis dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengembangkan nalar. Pelajar tak ubahnya seperti dididik menjadi ensiklopedia berjalan. Pertanyaan tersebut hanya akan menguji wawasan daya ingatnya saja. Apa bedanya dengan ensiklopedia setebal 1000 halaman di toko buku?

Masih ingatkah Anda dengan perkataan Henry Ford, ketika diajak seorang teman melihat kejuaran Olimpiade sejenis cerdas cermat di Amerika kala itu. Saat orang lain terkagum-kagum dan ingin anak-anaknya seperti para peserta Olimpiade tersebut, Henry Ford hanya berkomentar sinis saat ditanya oleh sahabatnya,"Berapa Anda akan menggaji Tim Juara Olimpiade tersebut apabila bekerja di tempat Anda?"

Dia menjawab enteng,"Aku akan menggaji bocah itu tak lebih dari 20 dollar!"
sahabatnya tersebut langsung kaget dan bingung
"Aku tidak membutuhkan ensiklopedi berjalan seperti itu, kalau perlu aku hanya perlu membeli ensiklopedi terbaru berharga kurang dari 20 dollar di toko buku setempat. Yang kubutuhkan saat ini adalah kumpulan konseptor-konseptor handal yang memiliki ide-ide kreatif revolusioner dan aneh, pemikir-pemikir kreatif solutif yang mampu memecahkan problema di perusahaan dan negara ini."
"Bocah ensiklopedi seperti tersebut tak akan pernah mampu menjawab tantangan zamannya."

2. Acara ini sarat dengan kepentingan politis komoditi atau perdagangan. Iklan menjadi hal utama dibalik semua ini. Pelajar hanya dijadikan 'alat sekunder' agar promosi berjalan dari produk susu tersebut.
Misi utamanya adalah iklan dan propaganda produk. Dan "Bintang Pintar" tersebut adalah mainan yang berfungsi sebagai penunjang.

Sebenarnya yang salah bukan Cerdas Cermatnya. Yang kurang berbobot dan mengena adalah model acaranya. Yang didominasi oleh pertanyaan-pertanyaan hafalan yang kurang mutu dan tidak berdampak langsung bagi kemajuan bangsa.

Saya lebih mengusulkan kompetisi-kompetisi debat terbuka dengan tema-tema sosial masyarakat sekarang, yang berkaitan dengan kondisi bangsa kita yang anjlok.

Menurut Anda, bagaimana?


ttd

Bapu Adi
(di Rumca Az-Zahra Baziskaf Telkom Divre V SBY)

kokonata wrote on Sep 12, '07
Tergantung permintaan sponsor ^_^
maddypunyacerita wrote on Sep 12, '07
Setuju banget kalo ada acara debat begitu. Anak2 SMP en SMA harus dilatih untuk kritis sama sekitarnya...
dansapar wrote on Sep 12, '07
klo gua jd inget cerdas cermat ala tvri jaman dulu kala...setahu gua tvri lokal jg ngadain coz ada perwakilan dari kabupaten gwe juga yang berhasil masuk ke tvri (dalam artian tingkat regional), dan yg pasti di tingkat kabupaten smp tersebut adalah smp yg paling direkomen alias terbaik. jadi kangen....

kritis perlu, tapi 'kritis' tersebut dimasukin dalam konsep cerdas cermat kira2 masuk gak ya....adakah yg mo bikin....bikin acara yang mendidik sekaligus menghibur=)
opixx wrote on Sep 12, '07
klo gua jd inget cerdas cermat ala tvri jaman dulu kala...setahu gua tvri lokal jg ngadain coz ada perwakilan dari kabupaten gwe juga yang berhasil masuk ke tvri (dalam artian tingkat regional), dan yg pasti di tingkat kabupaten smp tersebut adalah smp yg paling direkomen alias terbaik. jadi kangen....

kritis perlu, tapi 'kritis' tersebut dimasukin dalam konsep cerdas cermat kira2 masuk gak ya....adakah yg mo bikin....bikin acara yang mendidik sekaligus menghibur=)
wah gw pernah ikutan tuh jaman gw sd
ihlasuddini wrote on Sep 29, '07
hehehehe,,adikku pernah ikutan lomba itu.ga menang sih...
aq sendiri blm pernah,,
ihlasuddini wrote on Sep 29, '07
Setuju banget kalo ada acara debat begitu. Anak2 SMP en SMA harus dilatih untuk kritis sama sekitarnya...
acara debat bukannya sering ya?
aq pernah ikutan juga soalnya.
terbangkelangit wrote on Oct 7, '07
Dalam satu sisi, orang dengan tipe revolusioner dan penggebrak memang mutlak diperlukan, tp disisi lain, orang dengan tipe penghafal dan teliti juga dibutuhkan. Saling mendukunglah..Kita ambil contoh bung karno dan bung hatta. Bung karno itu tipe revolusioner dan visioner, sedang bung hatta tipe adem ayem dan "penghafal". Berkat kerjasama dua orang itulah (dan lainnya), Indonesia bisa merdeka.

Satu lagi cuman ngasih tahu, sepertinya percakapan itu bukan terjadi pada Henry Ford, tapi pada temannya David J Schwartz, pengarang buku "Berpikir dan Berjiwa Besar". Coba lihat aj buku itu..
f4jar wrote on Oct 10, '07
bener.,.,
kultupul wrote on May 9
sepakat tuh......
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help